Mitos Doppelganger, Sosok Kembaran Jahat yang Dipercaya sebagai Pertanda Buruk 

- Rabu, 6 Juli 2022 | 12:30 WIB
Lukisan Dante Gabriel Rossetti yang menggambarkan doppelganger.
Lukisan Dante Gabriel Rossetti yang menggambarkan doppelganger.

Baca Juga: Talos, Robot Raksasa yang Bisa Bergerak Sendiri dari Mitologi Yunani

Tema doppelganger juga banyak diangkat dalam karya sastra. Seperti di The Double (1846) karya Fyodor Dostoyevsky. 

Seorang pegawai miskin, Golyadkin, menjadi gila oleh kemiskinan dan cinta tak berbalas, melihat hantunya sendiri, yang berhasil dalam segala hal di mana Golyadkin telah gagal. Akhirnya hantu itu berhasil membuang aslinya. 

Tak hanya di Jerman, konsep kembaran yang baik dan jahat juga dipercayai di berbagai belahan dunia.

Baca Juga: Deretan Dewa Petir Dalam Berbagai Mitologi Dunia Selain Thor, Nomor 5 Pembunuh Sadis

Baca Juga: Bikin Merinding! Ternyata Begini Bentuk Awal Manusia Menurut Mitologi Yunani Kuno dan Alasan Memiliki Kembaran

Dalam agama Iran kuno yang disebut Zoroastrianisme, dipercayai adanya dua roh utama adalah putra waktu dan mewakili kegelapan dan cahaya.

Orang Mesir kuno percaya adanya  roh ganda. Kembar roh itu diduga memiliki ingatan yang sama dengan individu aslinya.

Sementara mitos penduduk asli Amerika juga memasukkan anak kembar, si kembar Hopi. Dalam kosmologi mereka, mereka percaya alam baka mencerminkan tanah kehidupan. Dualitas meluas ke si kembar yang disebut Anak Air dan Anak Matahari. 

Baca Juga: Cerita Mitologi Yunani Berkaitan 12 Bintang Zodiak, Asal Usul Dewa hingga Film Thor Love and Thunder 2022!

Halaman:

Editor: Fabby Nidufias D

Sumber: Britannica.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X