Kisah Perjuangan Hidup Mahasiswa Indonesia pada Masa Tragedi Bom Nuklir di Jepang

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 10:30 WIB
Awan jamur di langit Hiroshima(kiri) dan Nagasaki (kanan) pada tahun 1945
Awan jamur di langit Hiroshima(kiri) dan Nagasaki (kanan) pada tahun 1945

Saat Arifin berusaha mencari senior dan kawannya, di jalan utama ia melihat orang-orang berlarian tanpa arah, karena didorong oleh rasa ketakutan hebat.

Ada yang berlumur darah, ada yang bajunya compang camping.

Ia pun melihat mayat-mayat dengan kulit yang teruntai dan gedung-gedung beton rata dengan tanah.

Dosen mereka yang saat itu mengajar mati seketika akibat tertimpa reruntuhan gedung.

Baca Juga: 6 Fakta Menarik Film Ivanna, Salah Satu Film Danur Universe yang sedang Viral

Selain Arifin dan Hassan dari Indonesia, dua korban bom teman-teman sekelas yang survive ialah Muhammad Razak dari Malaysia, Pangeran Yusuf dari Brunei Darussalam.

Seperti sapi dipecut hingga berdarah-darah, begitulah gambaran Hassan saat melihat orang-orang yang terpapar radiasi langsung.

Udara panas dan api di mana-mana. Panasnya yang luar biasa, kurang lebih 75-80 derajat. Kondisi ini berlangsung satu setengah hari atau sekitar 48 jam.

Meskipun begitu Arifin dan Hassan kompak untuk menolong para korban di dalam kampus.

Dari reruntuhan itu mereka menyelamatkan satu wanita muda, meskipun kejadian bom nuklir tersebut telah berlalu.

Halaman:

Editor: Dena Wiliyamansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X