Kisah Perjuangan Hidup Mahasiswa Indonesia pada Masa Tragedi Bom Nuklir di Jepang

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 10:30 WIB
Awan jamur di langit Hiroshima(kiri) dan Nagasaki (kanan) pada tahun 1945
Awan jamur di langit Hiroshima(kiri) dan Nagasaki (kanan) pada tahun 1945

Di pagi hari selanjutnya, mereka mendapatkan bantuan pertama berupa roti dan diperingatkan tidak meminum air sungai maupun danau.

Selama 10 hari mereka berkemah di halaman kampus.

Memasak apa yang ada, karena jatah makanan dari pemerintah kota terbatas.

Baca Juga: Film KKN Desa Penari Tayang di Bioskop, Berikut 8 Fakta Menarik Saat Syuting KKN Desa Penari!

Mahasiswa yang luka dirawat sebisanya karena rumah sakit penuh.

Di saat masuk ke hari sepuluh wakil pemerintah Jepang datang dan membawa mereka ke Tokyo untuk mendapatkan perawan intensif.

Setelah kejadian itu, Arifin dan Hassan melanjutkan studinya di Jepang hingga lulus.

Kemudian Arifin melanjutkan studi ke Georgetown University, menjadi diplomat, jurnalis hingga akademisi di Indonesia dan Malaysia.

Sementara Hassan membangun usaha pelayaran dan kargo kemudian menjadi anggota DPR-MPR di masa orde baru. Hasan Rahaya jadi anggota Dewan Pertimbangan Agung.

Saat pensiun Arifin tinggal di daerah Pamulang, Tangerang Selatan, hingga akhir hayatnya, wafat dalam usia 85 tahun pada 2 September 2010 dan dimakamkan di TPU Pondok Benda, Pamulang.

Halaman:

Editor: Dena Wiliyamansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X