Mengenal Tradisi Mayat Berjalan di Tana Toraja, Begini Sejarah Menghormati Para Leluhur

- Kamis, 8 September 2022 | 19:00 WIB
Tradisi mayat berjalan Tana Toraja. (tangkapan layar channel Youtube Bedu Ima)
Tradisi mayat berjalan Tana Toraja. (tangkapan layar channel Youtube Bedu Ima)

Laros Media - Tana Toraja, Sulawesi Selatan merupakan salah satu wilayah yang memiliki banyak budaya dan tradisi uni. Kali ini, kita akan membahas tradisi mayar berjalan di Tana Toraja.

Tradisi mayat berjalan ini biasanya dilangsungkan dalam sebuah upacaya adat yang dikenal dengan nama Ma'Nene.

Dalam upacara adat itu, pakaian mayat para leluhur akan diganti oleh masyarakat pedalaman Tana Toraja, Baruppu.

Tradisi mayat berjalan ini dilakukan dalam tiga tahu sekali, biasanya dilangsungkan bulan Agustus. Kenapa di bulan Agustus? Sebab, musim panen selalu jatuh di bulan ini.

Baca Juga: 3 Perang Bersejarah di Bulan Safar, Rasululluah Memimpin Langsung!

Dalam kepercayaan warga di sana, ritual Ma'Nene tidak boleh dilakukan sebelum musim panen.

Jika upacara adat itu dilakukan, makan yang terjadi adalah hasil dari sawah dan ladang mereka akan rusak dimakan tikus atau ulat.

Sejarah Tradisi di Tana Toraja

Ritual Ma'Nene ini dimulai ketika seorang pemburu, Pong Rumasek, datang ke hutan di pegunungan Balla.

Halaman:

Editor: Dena Wiliyamansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X