Bencana Tragedi Sepak Bola Terbesar di Dunia yang Terjadi di Peru pada 1964, Ternyata Pencetusnya Gas Air Mata

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:55 WIB
Tragedi Lima, Peru, 1964. (bbc.co.uk)
Tragedi Lima, Peru, 1964. (bbc.co.uk)

Laros MediaTragedi Stadion Kanjuruhan Malang antara supporter Arema FC dan Persebaya yang terjadi pada 1 Oktober 2022 kemarin, seperti membuka luka lama dunia dalam bencana tragedi sepak bola.

Bencana tragedi sepak bola terbesar di dunia ternyata terjadi di Peru. Tepatnya di Estadio Nacional, Lima, Peru, pada 24 Mei 1964.

Dalam tragedi sepak bola terbesar di dunia tersebut, tercatat telah menewaskan 328 orang.

Baca Juga: Kronologi Lengkap Tragedi Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Malang yang Sebabkan 127 Orang Meninggal Dunia

Dikutip Laros Media dari Suara Ternate, peristiwa ini terjadi saat pertandingan antara Peru dan Argentina. Pertandingan tersebut dihadiri oleh lebih dari 53.000 orang.

BBC mencatat bahwa angka tersebut sedikit di atas 5% dari populasi Kota Lima pada waktu itu.

Namun, siapa sangka bahwa tragedi yang menewaskan ratusan orang itu ternyata dicetus oleh gas air mata?

Baca Juga: Ini Sederet Efek Penggunaan Gas Air Mata yang Dinilai Berbahaya, Bisa Fatal! Pantas Saja Dilarang oleh FIFA

Kronologi tragedi sepak bola terbesar di dunia yang terjadi dijelaskan bahwa awal mulanya keputusan wasit asal Uruguay, Angel Eduardo Pazos yang menganggap tidak sah gol dari Peru.

Halaman:

Editor: Dena Wiliyamansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X