NGERI! Kultus apokaliptik yang membuat pengikutnya menjual semua harta benda mereka untuk bunuh diri massal

- Jumat, 18 November 2022 | 14:51 WIB
NGERI! Kultus apokaliptik yang membuat pengikutnya menjual semua harta benda mereka untuk bunuh diri massal (istockphoto)
NGERI! Kultus apokaliptik yang membuat pengikutnya menjual semua harta benda mereka untuk bunuh diri massal (istockphoto)

Laros Media - Pada tanggal 18 November 1978 di Johnstown, Guyana, bunuh diri massal pengikut sekte apokaliptik mengejutkan dunia.

Jumlah korban bunuh diri massal mencapai 900 orang, di antaranya ada remaja di bawah 17 tahun.

Pemimpin kultus apokaliptik Jim Jones juga tewas dalam bunuh diri massal dengan tembakan di kepala.

Jim Jones menggunakan nama James Warren Jones, yang adalah seorang pendeta. Pada 1950-an, Jim Jones mendirikan kultusnya sendiri, sebuah kuil rakyat yang terletak di Jonestown, Guyana, sebuah negara kecil di pantai utara Amerika Selatan. Kuil Rakyat sendiri adalah aliran sesat yang meyakini bahwa Hari Kiamat sudah dekat dan mengajarkan pengikutnya untuk menjual semua harta miliknya karena sudah tidak dibutuhkan lagi.

Puncaknya, Jim Jones melakukan ritual bunuh diri massal dengan membagikan minuman beracun kepada para pengikutnya di sebuah lapangan.

Jim Jones pindah ke California beberapa kali setelah mendirikan sekte rakyat pada tahun 1965 dan ke Guyana, yang memicu kontroversi tak lama setelah masa jabatannya.

Selama pembentukan kultus, Jim Jones merekrut anggota dari San Francisco ke Los Angeles.

Pada 1970-1972, ada lebih dari 2.200 anggota Jim Jones. mengajarkan iman
Jim Jones mengembangkan keyakinan agamanya berdasarkan keyakinan akan akhir dunia yang akan segera terjadi.

Jim Jones mengajari para pengikutnya untuk meninggalkan semua harta benda mereka karena akhir zaman sudah dekat.

Halaman:

Editor: Fajri Wildana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X