Taliban Wajibkan Perempuan Afghanistan Memakai Burqa, Bagi Yang Melanggar Akan Dipenjara

- Jumat, 13 Mei 2022 | 11:55 WIB
Illu : tentara taliban / aljazeera.com
Illu : tentara taliban / aljazeera.com

Laros media - Pemerintah Afghanistan di bawah Taliban saat ini mewajibkan semua warga untuk memakai burqa atau penutup wajah ketika berada di depan umum.

Pemimpin tertinggi Taliban, Hibatullah Akhundzada mengumumkan dekrit aturan penggunaan burqa pada konferensi pers di Kabul pada hari Sabtu 7 Mei 2022.

"Mereka harus mengenakan chadori (burqa dari kepala hingga ujung kaki), karena pakaian itu tradisi dan penuh hormat, para perempuan yang tidak terlalu tua atau muda harus menutup wajah mereka, kecuali mata, sesuai petunjuk syariah. Ini untuk menghindari provokasi ketika bertemu pria yang bukan muhrim,” ujarnya

Baca Juga: Nadya Nakhoir Sumbang Medali Pertama untuk Indonesia di SEA Games 2021

Juru bicara Kementerian Penyebaran Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan juga mengatakan bahwa apabila seorang perempuan tidak mengenakan burqa maka ayah atau kerabat laki-laki perempuan tersebut akan dimasukkan ke dalam penjara atau dipecat dari pekerjaannya di lembaga pemerintah.

Sebelumnya pada kurun waktu 1996 hingga 2001 Taliban pernah memerintahkan semua perempuan Afghanistan untuk menutupi wajahnya dengan menggunakan burqa berwarna biru sebagai simbol rezim Taliban

Semenjak Taliban mengambil alih kekuasaan Afghanistan, berbagai aturan yang membatasi kebebasan serta ruang gerak bagi masyarakat perempuan diterapkan dan mengingatkan pada aturan pemerintahan Taliban pada tahun 1990an.

Baca Juga: Rizwan Fadilah Anak Ferdinand Sule Kembali Berulah, Kali Ini Bulan Sutena Jadi Korbannya Tersipu Malu

Langkah mewajibkan pemakaian burqa tersebut menuai banyak reaksi dari berbagai lapisan masyarakat, dan juga dunia Internasional.

Halaman:

Editor: Sri Malahayati

Sumber: aljazeera

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X