Sri Lanka Tak Bisa Bayar Utang Negara Hingga Krisis Ekonomi Melanda, Ini Penyebabnya

- Selasa, 24 Mei 2022 | 08:15 WIB
dampak krisis ekonomi sri lanka (nytimes)
dampak krisis ekonomi sri lanka (nytimes)

Laros media - Bank Sentral Sri Lanka saat ini telah menyatakan bahwa negaranya mengalami kebangkrutan ekonomi dikarenakan tidak mampu membayar utang negara.

Kondisi yang dialami oleh Sri Lanka menjadi pertama kali dalam sejarah negara Asia Pasifik yang mengalami kebangkrutan akibat gagal membayar utang

Negara Sri Lanka sudah melewati masa akhir pembayaran utang selama 30 hari dengan nilai 63 juta poundsterling.

Baca Juga: Pemimpin Taliban Wajibkan Jurnalis TV Wanita Kenakan Penutup Wajah Ketika Siaran

Hal tersebut dinyatakan secara langsung oleh Gubernur bank sentral Sri Lanka Nandalal Weerasinghe, “Posisi kami sangat jelas, kami mengatakan bahwa sampai mereka melakukan restrukturisasi (utang kami), kami tidak akan mampu membayar. Jadi itulah yang Anda sebut default pre-emptive," katanya, dilansir oleh Laros media dari Independent.

Kondisi ekonomi negara tersebut merupakan yang paling parah dalam kurun waktu 70 tahun terakhir, saat ini inflasi melonjak, nilai mata uang anjlok, dan bahan makanan, obat-obatan, bahan bakar, dan kebutuhan lainnya menjadi sulit didapatkan oleh masyarakatnya.

Menipisnya mata uang asing yang beredar di Sri Lanka juga membuat negara tersebut tidak dapat melakukan kegiatan impor komoditas untuk memenuhi kebutuhan warganya.

Baca Juga: Sri Lanka Krisis Hingga Akan Kolaps, Warga Kesulitan Mendapatkan Gas dan bahan bakar hingga Dihantui Kelaparan

“Inflasi jelas sekitar 30 persen. Bahkan akan (lebih tinggi), inflasi headline akan naik sekitar 40 persen dalam beberapa bulan ke depan,” imbuh Nandalal.

Halaman:

Editor: Fabby Nidufias D

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X