Krisis Ekonomi Menyebabkan Sri Lanka Bangkrut, Penjelasan Utang Sampai Perbedaan Krisis di Indonesia

- Kamis, 23 Juni 2022 | 09:40 WIB
Ilustrasi sumber layanan fasilitas umum di tutup pemerintah sri lanka (pikiran rakyat)
Ilustrasi sumber layanan fasilitas umum di tutup pemerintah sri lanka (pikiran rakyat)

LAROS MEDIA –  Memasuki bulan Juni Sri Lanka masih saja dihadapkan dengan krisis ekonomi hingga menyebabkan negara tersebut dinyatakan bangkrut. Krisis yang inflasi mencapai 25 persen.

Aksi demo besar-besaran terjadi di tanggal 31 Maret menuntut Presiden yang saat ini masih menjabat yakni Presiden Gotabaya Rajapaksa untuk turun dari kekuasaannya.

Negara yang berpenduduk 22 juta ini sudah mengalami kekurangan makanan, bahan bakar dan kebutuhan pokok lainnya. Bahkan masyarakat disana harus merasakan pemadaman listrik selama 13 jam sehari karena tidak mampu lagi menyuplai listrik untuk masyarakatnya.

Baca Juga: Sri Lanka Bangkrut, Kok Bisa?

Ilustrasi sumber youtube utang dan kehancuran sri lanka (Ferry Irwandi)

Dikanal Youtuber Ferry Irwandi yang berjudul DOC VLOG : Bukan Utang ! Inilah Penyebab kehancuran Ekonomi Sri Lanka. Dia menjelaskan bagaimana rentetan krisis yang melanda Sri Lanka yang semata-mata bukan karena hutang.

Krisis Sri Lanka saat ini adalah krisis yang paling terparah dialami Sri Lanka sejak kemerdekaan dari Inggris pada 1948. Berita terbaru dan terheboh dalam satu hari 25 Menteri kabinet Sri Lanka menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya.

Banyak yang mengatakan bahwa krisis Sri Lanka terjadi karna utang yang menumpuk. Menurut Ferry Irwandi banyak yang salah kaprah soal pemahaman hutang dan krisis. ia menjelaskan Ketidakmampuan suatu negara membayar utang bukanlah penyebab dari krisis tapi akibat dari krisis.

Baca Juga: Krisis Ekonomi Buat Harga Pangan Naik, Presiden Mesir Perintahkan Rakyatnya Makan Daun

Halaman:

Editor: Fabby Nidufias D

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X