Fakta Opening Ceremony Piala Dunia Qatar, Alasan Morgan Freeman Pakai Sarung Tangan hingga Isi Pesan Terkuak!

- Senin, 21 November 2022 | 15:30 WIB
Aksi Morgan Freeman saat berdialog dengan Ghanim Al Muftah di Opening Ceremony Piala Dunia Qatar  (Tangkapan layar siaran Opening Ceremony Piala Dunia Qatar 2022)
Aksi Morgan Freeman saat berdialog dengan Ghanim Al Muftah di Opening Ceremony Piala Dunia Qatar (Tangkapan layar siaran Opening Ceremony Piala Dunia Qatar 2022)

LAROS MEDIA -- Opening Ceremony Piala Dunia Qatar 2022 semalam berlangsung sangat meriah dan spektakuler. Dimulai dengan monolog dari aktor senior Hollywood Morgan Freeman, pertunjukan-pertunjukan budaya, hingga penampilan dari penyanyi BTS Jung Kook yang menyanyikan lagu barunya 'Dreamers'.

Pencahayaan dan permainan musik spektakuler juga turut memberi kesan mewah dan spektakuler rangkaian Opening Ceremony Piala Dunia 2022. Terlebih saat kerlap kerlip lampu dan musik mengiringi sekelompok orang berbusana khas Qatar yang menampilkan gerakan tarian selaras.

Maskot raksasa dari semua Piala Dunia sebelumnya juga menghiasi area bermain saat para pemain membuat penonton tetap terlibat dengan gerakan mereka.

Di antara semua pertunjukan spektakuler itu, yang memberikan kesan mendalam adalah saat mendengarkan suara khas dan mengharukan dari aktor senior Hollywood Morgan Freeman, yang membawakan pesan berisi harapan, persatuan, dan toleransi.

Baca Juga: Viral! Ditegur Karena Tidak Pakai Helm, Pelajar SMP Ini Marah dan Ngamuk ke Petugas Polisi di Sidoarjo

Morgan Freeman mengawalinya dengan berjalan masuk ke tengah lapangan. Lalu bertemu dengan seorang YouTuber penyandang disabilitas asal Qatar bernama Ghanim Al Muftah. Keduanya lantas berbicara.

Ghanim Al Muftah berjalan mendekati Morgan Freeman dengan tangannya. Karena diketahui terlahir tanpa kaki. Kemudian, Morgan duduk lesehan di bawah supaya terlihat sejajar dengan Ghanim.

Dalam pertunjukan itu, Morgan bertanya kepada Ghanim tentang arti persatuan di tengah keberagaman.

"Bagaimana bisa banyak sekali negara, bahasa, dan budaya datang bersamaan jika hanya satu cara yang diterima?" tanya Morgan.

Halaman:

Editor: Fabby Nidufias D

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X