Curhatan Mahasiswa Lulusan Teknik Mesin UI Jadi Viral, Ditolak Gara-gara Perusahaan Pilih Lulusan STM

- Sabtu, 3 Juni 2023 | 22:05 WIB
Curhatan Mahasiswa Lulusan Teknik Mesin UI Jadi Viral, Ditolak Gara-gara Perusahaan Pilih Lulusan STM
Curhatan Mahasiswa Lulusan Teknik Mesin UI Jadi Viral, Ditolak Gara-gara Perusahaan Pilih Lulusan STM

LAROS MEDIA – Curhatan viral pengalaman melamar kerja mahasiswa lulusan Teknik Mesin UI.

Pasalnya, mahasiswa lulusan Teknik Mesin UI tersebut menjadi viral karena curhatannya mengenai kalah bersaing dengan lulusan Sekolah Teknik Menengah (STM) yang punya lebih banyak pengalaman kerja.

Mahasiswa lulusan Teknik Mesin UI tersebut kalah dengan lulusan STM saat melamar di perusahaan produsen alat sistem pertahanan matra laut, PT PAL Indonesia (Persero).

Curhatan ini dikirimkan melalui menfess di Twitter dengan nama anonim dan menuai banyak reaksi dari warganet.

Baca Juga: Kisah Pilu Siswa SD Dibully Temannya dan Memilih Pindah Sekolah ke SLB, Bukunya Sering Disobek

Penulis menfess tersebut yang mengaku sebagai lulusan Teknik Mesin UI 2022 bersama dengan 15 orang temannya kalah bersaing dengan pria berusia 30-an lulusan STM dengan pengalaman kerja dan sertifikasi juru las atau welder.

“Bener2 stress dan gk bisa diterima akal sih, ceritanya saya melamar kerja di PT PAL, saya lulusan UI teknik mesin 2022... Saya beserta teman-teman ada 15 orang tapi dikalahin sama bapak2 umur 30 an. Bapaknya juga hanya lulusan STM + sertifikat Welding dan pengalaman kerja di Italia Eropa tepatnya di Fincantieri katanya,” tulisnya.

Penulis merasa terkalahkan secara tidak masuk akal karena dirinya lulusan teknik mesin UI, sedangkan pesaingnya hanya lulusan STM.

“Apakah perusahaan sekarang tidak percaya pada sarjana2 di negara sendiri yaa,, ini malah bapak2 ijazah cuma STM diterima,” lanjutnya.

Melihat ramainya postingan tersebut di Twitter, PT PAL akhirnya merespons thread viral itu.

Sekretaris Perusahaan PAL Indonesia Edi Rianto menjelaskan bahwa salah satu lini bisnis perusahaan adalah produksi dan perawatan kapal perang.

Untuk mendukung bisnis tersebut, memang diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang telah memiliki spesialisasi di bidang yang berkaitan dengan produksi, seperti pengelasan.

“Tenaga pengelasan konstruksi kapal di PT PAL adalah tenaga bersertifikat internasional,” ungkap Edi.

Lebih lanjut Edi mengatakan bahwa sertifikasi internasional memang diperlukan dalam kualifikasi tenaga kerja perseroan.

Hal tersebut untuk membuktikan bahwa kemampuan tenaga kerja mampu di bidangnya.

Halaman:

Editor: Fajri Wildana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X