Berapa Lama Efek Gas Air Mata yang Dituding Jadi Penyebab Tragedi Kanjuruhan? Begini Jawabannya

- Senin, 3 Oktober 2022 | 05:30 WIB
Efek gas air mata seperti yang ditembakkan di Kanjuruhan bisa berdampak pada kesehatan pada jangka pendek dan panjang. (Foto: Unsplash/Hasan Almasi)
Efek gas air mata seperti yang ditembakkan di Kanjuruhan bisa berdampak pada kesehatan pada jangka pendek dan panjang. (Foto: Unsplash/Hasan Almasi)

LAROS MEDIA – Tragedi Kanjuruhan menjadi catatan paling kelam sepanjang sejarah sepakbola Indonesia.

Sampai Minggu, 2 Oktober 2022 sudah sebanyak 174 orang tewas dan 180 orang luka-luka dalam tragedi yang terjadi di stadion Kanjuruhan, Malang.

Banyaknya korban tewas disebabkan oleh kerusuhan akibat penembakan gas air mata ke arah tribun penonton di Kanjuruhan sehingga penonton panik dan berlomba-lomba untuk keluar dari stadion.

Tindakan tersebut dilakukan kepolisian sebagai respon untuk memukul mundur penonton yang masuk ke dalam lapangan pertandingan di stadion Kanjuruhan.

 Baca Juga: Usai Tragedi Stadion Kanjuruhan, Valentino Simanjuntak Umumkan Mundur Sebagai Host dan Komentator Liga 1

Nahasnya, penggunaan gas air mata itu malah berakibat fatal. Padahal berdasarkan aturan FIFA, penggunaannya sudah dilarang.

Laros Media mengutip dari MedicalNewsToday bahwa gas air mata sebenarnya berbentuk cairan. Cairan-cairan itu terdiri dari berbagai bahan kimia yaitu:

  • Chloroacetophenone (CN)
  • Chlorobenzylidenemalononitrile (CS)
  • Chloropicrin (PS)
  • Bromobenzylcyanide (CA)
  • Dibenzoxazepine (CR)
  • Campuran bahan kimia lain

 Baca Juga: Menyisakan Luka yang Mendalam, Berikut 4 Fakta yang Terjadi Pada Tragedi Kanjuruhan yang Menewaskan 182 Orang

Gas air mata mulai dikembangkan sebagai senjata kimia untuk keperluan militer. Meski sudah banyak dilarang penggunannya, tapi senjata ini tetap dipakai umumnya untuk memecah massa atau menghentikan pergerakan orang dalam jumlah banyak.

Halaman:

Editor: Fabby Nidufias D

Sumber: Medical News Today

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Korban Gempa di Cianjur kini Bertambah menjadi 162 Orang

Selasa, 22 November 2022 | 13:30 WIB
X