Dipakai dalam Tragedi Kanjuruhan, Ini Kandungan dan Efek Samping Gas Air Mata, Bisa Berdampak Jangka Panjang

- Senin, 3 Oktober 2022 | 06:00 WIB
Efek samping gas air seperti yang digunakan di Kanjuruhan mata bisa menyebabkan orang yang terpapar mendapat kesulitan pernafasan. (Foto: Freepik/KamranAydinov)
Efek samping gas air seperti yang digunakan di Kanjuruhan mata bisa menyebabkan orang yang terpapar mendapat kesulitan pernafasan. (Foto: Freepik/KamranAydinov)

LAROS MEDIA – Stadion Kanjuruhan, Malang menjadi saksi bisu atas tragedi yang tercatat sebagai peristiwa kelam dalam sejarah sepakbola Indonesia.

Sampai Minggu, 2 Oktober 2022, korban dari tragedi Kanjuruhan mencapai 174 orang yang tewas dan 180 orang luka-luka.

Banyaknya korban dalam tragedi Kanjuruhan disebabkan oleh adanya kerusuhan akibat kepanikan massal setelah ditembakkan gas air mata ke arah tribun.

Pada penonton yang hadir untuk menonton pertandingan Arema vs Persebaya di stadion Kanjuruhan, Malang pun berlomba-lomba untuk keluar.

 Baca Juga: Usai Tragedi Stadion Kanjuruhan, Valentino Simanjuntak Umumkan Mundur Sebagai Host dan Komentator Liga 1

Hasilnya, para penonton berdesak-desakan, saling himpit, ada yang terinjak dan sesak nafas akibat minimnya akses keluar stadion.

Salah satu hal yang banyak disoroti adalah penyebab kepanikan massal yaitu penggunaan gas air mata yang sudah dilarang dalam aturan FIFA.

Penggunaan alat tersebut diduga ditujukan untuk memukul penonton yang mulai ramai-ramai masuk ke lapangan.

 Baca Juga: Menyisakan Luka yang Mendalam, Berikut 4 Fakta yang Terjadi Pada Tragedi Kanjuruhan yang Menewaskan 182 Orang

Halaman:

Editor: Fabby Nidufias D

Sumber: medicalnewstoday.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Korban Gempa di Cianjur kini Bertambah menjadi 162 Orang

Selasa, 22 November 2022 | 13:30 WIB
X