Menyikapi Tragedi Kanjuruhan, PSSI Diminta Belajar pada PT KAI, Begini Penjelasannya

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 11:30 WIB
Ilustrasi kereta tanpa penumpang di atas gerbong dijadikan analogi atas penyebab Tragedi Kanjuruhan yang dinilai karena pengelolaan sistem yang buruk. (Foto: Freepik/wirestock)
Ilustrasi kereta tanpa penumpang di atas gerbong dijadikan analogi atas penyebab Tragedi Kanjuruhan yang dinilai karena pengelolaan sistem yang buruk. (Foto: Freepik/wirestock)

LAROS MEDIA – Tragedi Kanjuruhan menjadi salah satu tragedi paling kelam yang pernah terjadi di Indonesia.

Dari keterangan pemerintah, korban Tragedi Kanjuruhan sampai Senin, 3 Oktober 2022 berjumlah 125 orang yang meninggal, 39 orang luka berat dan 260 orang luka ringan.

Jumlah korban Tragedi Kanjuruhan diprediksi lebih banyak dari angka tersebut meskipun belum ada konfirmasi lebih lanjut.

Tragedi Kanjuruhan bukan hanya menjadi duka nasional tapi juga mendapatkan perhatian internasional karena berpotensi menjadi tragedi di dunia sepakbola paling parah kedua di dunia sepanjang sejarah.

 Baca Juga: Buntut Tragedi Kanjuruhan Malang, Netizen Ramaikan Tagar SepakatDamai Hingga Trending di Twitter

Tragedi ini diawali dengan sebagian suporter yang masuk ke lapangan dan dipukul mundur oleh aparat karena dikhawatirkan mengancam pemain dan official klub.

Sayangnya, langkah itu diikuti dengan penembakan gas air mata ke arah tribun penonton yang berjumlah ribuan orang.

Alhasil, para penonton merasakan dampak dari gas air mata. Kepanikan massal pun terjadi dengan orang-orang berlomba mencari jalan keluar dari stadion.

 Baca Juga: Imbas Tragedi Kanjuruhan, Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat Dicopot, Inilah Sosok Penggantinya

Halaman:

Editor: Fabby Nidufias D

Sumber: Wikipedia, Instagram @abdurarsyad

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X