Suporter Disalahkan dalam Tragedi Kanjuruhan, Seorang Warganet Ungkap Kemiripan dengan Tragedi Hillsborough

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 12:00 WIB
Seorang warganet menilai ada kemiripan pola menyalahkan suporter antara Tragedi Kanjuruhan dan Tragedi Hillsborough. (Foto: nu.or.id)
Seorang warganet menilai ada kemiripan pola menyalahkan suporter antara Tragedi Kanjuruhan dan Tragedi Hillsborough. (Foto: nu.or.id)

LAROS MEDIATragedi Kanjuruhan menjadi salah satu bencana nasional paling mengerikan di tahun 2022.

Pasalnya, sampai Rabu, 5 Oktober 2022 pagi, sejumlah 131 orang dinyatakan meninggal dan ratusan lainnya masih dirawat di rumah sakit sebagai imbas Tragedi Kanjuruhan.

Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu, 2 Oktober 2022 disebut Menkopolhukam, Mahfud MD bukanlah akibat kerusuhan antar suporter sebagaimana Bonek atau suporter Persebaya tidak diperbolehkan hadir dalam pertandingan Arema vs Persebaya.

Korban Tragedi Kanjuruhan menurut beliau disebabkan oleh penonton yang berlomba-lomba keluar stadion sehingga mereka berhimpitan, terinjak bahkan mengalami sesak nafas.

 Baca Juga: Solidaritas pada Korban Tragedi Kanjuruhan, UEFA Akan Laksanakan Mengheningkan Cipta, Kompetisi Apa Saja?

Sosial media diramaikan dengan berbagai cerita tragedi itu terjadi sampai siapa pihak yang patut bertanggung jawab.

Laros Media mengutip dari seorang warganet dengan akun Twitter @dsblf mencuitkan bahwa cara menyalahkan suporter juga dilakukan oleh PM Inggris, Margaret Thatcher ketika Tragedi Hillsborough dulu.

“Margaret Thatcher bersama dengan media The Sun gencar memberitakan kalau suporter LFC (Liverpool) ini perusuh, pemabuk, maling, dll,” ujarnya.

 Baca Juga: Komdis PSSI Jatuhkan Sanksi pada Arema atas Tragedi Kanjuruhan, Warganet Merasa Tidak Puas

Halaman:

Editor: Fabby Nidufias D

Sumber: Twitter @dsblf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X