Memakan Ratusan Korban, Kompolnas: Tidak Ada Perintah Menggunakan Gas Air Mata Saat Kerusuhan di Kanjuruhan

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 14:30 WIB
Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan (Twitter)
Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan (Twitter)

LAROS MEDIA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengungkap sejumlah temuan dari hasil pengawasannya terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Salah satunya terkait instruksi penembakan gas air mata yang diduga memicu kepanikan suporter dan dipercaya sebagai salah satu faktor banyaknya korban jiwa.

Komisioner Kompolnas, Albertus Wahyu Rudhanto juga menjelaskan bahwa selama dua hari ini pengawasan pihaknya melakukan asesmen kepada beberapa pihak.

Baca Juga: Suporter Disalahkan dalam Tragedi Kanjuruhan, Seorang Warganet Ungkap Kemiripan dengan Tragedi Hillsborough

Di antaranya adalah anggota Polres Malang, Bupati Malang, Aremania, dan korban yang mengalami luka-luka.

"Salah satu hasilnya, belum ditemukan adanya instruksi resmi dari Kapolres selaku penanggung jawab pengamanan dalam pertandingan tersebut," ujar Wahyu saat konferensi pers di Mapolres Malang pada Selasa, 4 Oktober 2022 dikutip Laros Media dari PMJNews.

"Tidak ada perintah Kapolres Malang untuk penguraian massa jika terjadi kerusuhan dengan menggunakan gas air mata. Ini sudah disampaikan apel lima jam sebelumnya saat apel. Dari internal kepolisian sudah prosedural,” ujarnya.

Baca Juga: Ryzky Billar Dipecar Indosiar Karena KDRT? Inilah Kronologisnya!

Wahyu juga mengatakan, setidaknya ada 2.000 personel aparat keamanan yang telah disiagakan dalam pengamanan. Namun, hanya 600 orang yang merupakan personel dari Polres Malang.

Halaman:

Editor: Fabby Nidufias D

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X