Pimpin TGIPF Kanjuruhan ke Malang Hari Ini, Berikut Profil Doni Monardo

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 22:58 WIB
Letjen TNI (Purn.) Doni Monardo saat menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) (Humas BNPB/ M Arfari Dwiatmodjo )
Letjen TNI (Purn.) Doni Monardo saat menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) (Humas BNPB/ M Arfari Dwiatmodjo )

LAROS MEDIA - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) sudah mulai bertugas ke Malang hari ini, Rabu (5/10/2022), untuk mulai mengumpulkan data dan informasi terkait kejadian Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang suporter Arema FC pada saat pertandingan BRI Liga 1 di pekan ke-11 antara Arema FC melawan sang rival abadi, Persebaya Surabaya. Tim yang diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, bergegas untuk dapat mengumpulkan data dan informasi yang diberikan waktu selama tiga minggu untuk menyampaikan hasil investigasi serta rekomendasi tindak lanjutnya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

"Tim bersepakat untuk segera bekerja dan mencari akar masalah, serta memberi rekomendasi untuk menghentikan masalah-masalah yang selalu terjadi," terang Mahfud MD pada konferensi pers di Gedung Kantor Kemenkopolhukam, Selasa (4/10/2022).

Tim pertama yang berangkat ke Malang, Jawa Timur, hari ini dipimpin oleh Letnan Jenderal TNI (Purn.) Doni Monardo. Doni yang jabatan terakhirnya sebagai Kepala Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB) pada tahun 2019 hingga 2021 ini pernah menjadi Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, komando pasukan elite TNI AD yang sangat disegani di dunia. 

Baca Juga: Ketika Presiden Jokowi Kepo Awal Mula Tragedi Kanjuruhan, Beri Pesan Menyentuh kepada Korban Selamat

Baca Juga: Soal Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Uni Eropa Kirim Pesan Menyentuh ke Jokowi: Kami Bersama Indonesia

Pria berdarah Minang kelahiran 10 Mei 1963 ini mulai berkarir di TNI pada tahun 1986 setelah lulus dari Akademi Militer (dahulu AKABRI) di tahun 1985 dan langsung ditempatkan di Kopassus hingga tahun 1998. Ia pernah ditugaskan di Timor Timur, Aceh, dan daerah lainnya. 

Doni juga pernah ditugaskan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Wakil Komando Satgas untuk pembebasan Kapal MV Sinar Kudus yang dibajak oleh Perompak Somalia di Teluk Aden, Afrika, pada tahun 2011. Keberhasilan Doni membebaskan Kapal MV Sinar Kudus itu menjadikan pangkatnya naik setingkat menjadi Brigadir Jenderal. Keberhasilannya itu juga mengantarkan Doni menjadi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden pada tahun 2012. 

Suami dari Santi Ariviani ini kiprahnya lebih dikenal oleh publik saat menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Ia memimpin instansi yang bertugas melaksanakan penanggulangan krisis akibat bencana tersebut saat menghadapi kejadian luar biasa yang kita hadapi hingga hari ini, yaitu pandemi COVID-19.

Baca Juga: Imbas Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Jokowi Perintahkan PSSI Menghentikan Sementara Laga BRI Liga 1

Halaman:

Editor: Dena Wiliyamansyah

Tags

Terkini

X