Oknum Polisi Gugat Kapolda NTT ke Pengadilan Tata Usaha Negara Sebab Dipecat Karena Hamili Seorang Perempuan

- Senin, 22 November 2021 | 10:30 WIB
Ilustrasi oknum polisi/Istimewa.
Ilustrasi oknum polisi/Istimewa.

Laros Media - Oknum anggota polisi yang dipecat lantaran menghamili seorang perempuan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pemecatan oknum anggota polisi berpangkat bripda ini lantaran tak terima dengan keputusan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari Dinas Polri.

Diketahui pada gugatan ini Polda NTT menerima surat Pengadilan Tata Usaha Negara Kupang nomor: 33/G/2021/PTUN-KPG tanggal 10 November.

Kombes Pol Rishian Krisna selaku Kabid Humas Polda NTT membenarkan akan pemecatan itu.

Baca Juga: Viral! Sedekah Uang ke Bocah Penjual Gelang, Simak Profil Pebalap WSBK 2021: Scott Redding

Krisna mengungkapkan bahwa JIN (alias) yang juga diketahui sebagai mantan anggota Polres TTS dipecat pada bulan September 2021 lalu sesuai dengan keputusan Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur.

"Dia dipecat karena melakukan pelanggaran kode etik profesi Polri, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 Ayat (1) huruf B, Pasal 11 huruf C Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri," ungkap Krisna.

Menurutnya, setiap warga negara mempunyai hak untuk mengajukan gugatan sesuai dengan undang-undang.

Namun, dalam institusi Kepolisian mengatur secara jelas bagaimana proses penegakan disiplin dan kode etik profesi bagi seluruh anggota Polri yang didapat jika melakukan pelanggaran.

Halaman:

Editor: Dena Wiliyamansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X