Wabah PMK Makin Ganas, 744 Sapi di Siroarjo Terjangkit, 14 Mati dan 18 Disembelih Paksa

- Kamis, 12 Mei 2022 | 08:50 WIB
Sejumlah petugas saat melakukan pemeriksaan terhadap sapi yang diduga terkena PMK ((ANTARA/HO-Diskominfo)
Sejumlah petugas saat melakukan pemeriksaan terhadap sapi yang diduga terkena PMK ((ANTARA/HO-Diskominfo)

Laros Media- wabah PMK di Kabupaten Sidoarjo semakin mengkawatirkan bagi peternak Sapi, setidaknya 744 ekor api telah dilaporkan positif terjangkit Penyakit Mulut dan Kaki (PMK).

Data ini kami peroleh berdasarkan data yang disampaikan Dinas Pangan dan Pertanian (Disperta) Pemkab Sidoarjo.

Adapun rincian dari data tersebut, ada 14 ekor sapi dilaporkan mati dan 18 ekor sapi lainnya disembelih (dipotong) paksa untuk menghindari wabah PMK semakin merebak.

Berdasarkan keterangan dari Sub Koordinator Kesehatan Hewan Fungsional Medik Veteriner Muda disperta Pemkab Sidoarjo, drh Rina Vitriasari, pihak Disperta turut aktif untuk memberi penanganan pengobatan secara Simptomatis.

Baca Juga: Pemkab Lumajang Lakukan Screening Sapi Untuk Atasi Wabah PMK

Tentu juga memberikan edukasi mengenai cara penanganan pertama saat terjangkit PMK, ia menuturkan agar masyarakat jangan panik atas wabah PMK.

"Kami memohon masyarakat tetap tenang tidak usah panic selling atas mewabahnya PMK," dikutip dari republikjatim.com, Rabu 11 Mei 2022.

Rina Menuturkan, PMK bukan termasuk golongan penyakit zoonosis atau penyakit yang tidak bisa menular ke manusia. Kemudian, sapi yang telah dipotong paksa disebabkan terjangkit wabah PMK ini dagingnya masih bisa dikonsumsi.

"Kalau ada indikasi PMK dan terpaksa harus dipotong paksa, maka akan diarahkan ke Rumah Potong Hewan (RPH). Karena peternak dilarang dan tidak diperbolehkan memotong sendiri," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Fabby Nidufias D

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X