Baru Mampu Mememenuhi 30% Pasar, Tim UNEJ Bantu Tingkatkan Produktivitas UKM “Bromo Coffee” di Probolinggo

- Senin, 26 September 2022 | 13:31 WIB

 

Laros.id- Kopi, minuman yang memiliki cita rasa khas dan dipercaya ampuh untuk menghilangkan rasa kantuk kini semakin digemari masyarakat.

Jika dahulu kopi dijadikan senjata untuk begadang, saat ini kopi menjadi bagian dari gaya hidup, tua muda apapun kesibukannya rasanya belum bisa produktif jika belum menikmati segelas kopi.

Pandemi covid-19 yang telah meruntuhkan banyak usaha kuliner nyatanya justru menjadi momen semakin menjamurnya warung kopi, baik yang dikemas dengan kearifan lokal ataupun kafe kekinian yang serba cozy.

Tak kalah dengan kafe,permintaan kopi kemasan baik dari perusahaan besar maupun produsen lokal juga meningkat di berbagai tempat di Indonesia.

Komoditas perkebunan kopi tersebar di berbagai tempat di Indonesia. Setiap jenis kopi memiliki karakteristik tempat tumbuh yang berbeda-beda.

Kabupaten Probolinggo, salah satu kabupaten di Jawa Timur yang terkenal dengan Gunung Bromonya merupakan salah satu kabupaten yang memiliki kecocokan dengan dengan tiga jenis yaitu kopi robusta, kopi arabika, dan kopi liberika.

Perkebunan kopi rakyat di Probolinggo terdapat di lima kecamatan yaitu: Kecamatan Krucil, Tiris, Gading, Sumber, dan Sukapura. Berdasarkan data BPS pada tahun 2021 luas perkebunan kopi di Kabupaten Probolinggo mencapai 4.787,55 hektar dengan produksi kopi sebesar 6.419,66 ton yang terdiri dari kopi arabika, robusta, dan liberika.

Baca Juga: Kelompok Riset UNEJ Gelar Program Pemberdayaan Ekonomi Umat melalui Pemanfaatan Lahan Wakaf Yayasan

Halaman:

Editor: Dena Wiliyamansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X