Cerita Kuburan Massal di Tragedi Kanjuruhan: Bantu Teman di Pintu 13, Pria Ini Malah Kehilangan Keponakan

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 18:15 WIB
Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan (Twitter)
Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan (Twitter)

Laros Media - Ada banyak cerita dari saksi hidup tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada pekan lalu. Disebutkan ada dua pintu di Stadion Kanjuruhan yang menjadi kuburan massal suporter.

Salah satu suporter yang terlibat dalam Tragedi Kanjururan, Dadang Indarto menceritakan kalau pintu 13 dan 14 di stadion Kanjuruhan berubah menjadi kuburan massal pada Sabtu, 1 Oktober 2022, malam.

Masih terlintas dibenaknya kalau ada banyak teriakan minta tolong yang berasal dari suara perempuan dan anak-anak.

Dadang yang berstatus sebagai Apratur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Batu menyebut tragedi horor di Kanjuruhan sudah dimulai tiga menit sebelum laga Arema vs Persebaya berakhir.

Baca Juga: Hore! Kartu Prakerja Dilanjut di 2023 untuk 1,5 Juta Orang, Begini Cara Daftarnya Biar Tidak Ketinggalan

Mencium bakal ada kejadian besar, Dadang langsung bergegas keluar tribun melalui Pintu 13 di Stadion Kanjuruhan. Sayangnya, pintu ditutup dan membuat Dadang kembali ke tribun penonton.

Ketika balik ke tribun, dia mendengar tembakan gas air mata yang diarahkan ke tribun penonton oleh polisi. Tembakan berikutnya malah mengarah ke Dadang yang sedang berdiri.

"Saya tengkurap. Menutupi wajah dengan kaos. Baru pertama kali rasakan gas air mata yang menyengat," katanya, dikutip dari BBC News.

Akibat gas air mata, napas Dadang mulai sesak dan kulit terasa perih. Alhasil, dia memilih untuk lompat pagar tribun menuju Pintu 14.

Halaman:

Editor: Dena Wiliyamansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Prediksi Piala Dunia 2022: Uruguay vs Korea Selatan

Kamis, 24 November 2022 | 09:29 WIB
X