33 Anak-Anak Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan, PSSI Sanksi Panpel Arema FC Seumur Hidup

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 17:15 WIB
Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan (Twitter)
Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan (Twitter)

Laros Media - Komisi Disiplin PSSI bergerak cepat memberikan hukuman kepada Arema FC setelah adanya tragedi Kanjuruhan pada Sabtu, 1 Oktober 2022.

Dalam tragedi Kanjuruhan, ada 131 orang meninggal dunia menurut Dinkes Kabupaten Malang, 33 di antaranya anak-anak juga menjadi korban tewas.

Buntut dari Tragedi Kanjuruhan ini membuat PSSI menjatuhkan denda sebesar Rp250 juta kepada Arema FC. Bahkan, Singo Edan juga dilarang menggelar laga kandang di Malang.

"Arema FC nantinya harus bermain jauh dari Malang dan tanpa penonton serta denda Rp250 juta."

Baca Juga: Hore! Kartu Prakerja Dilanjut di 2023 untuk 1,5 Juta Orang, Begini Cara Daftarnya Biar Tidak Ketinggalan

"Pengulangan terhadap pelanggaran di atas akan dijatuhkan hukuman yang lebih berat," kata Ketua Komisi Disiplin PSSI Erwin Tobing, Selasa, 4 Oktober 2022.

Tidak hanya itu, PSSI juga memberikan sanksi kepada Ketua Panitia Pelaksana Arema FC Abdul Haris dan Koordinator Security Officer Arema FC Suko Sutrisno. Mereka dilarang terlibat di sepak bola seumur hidup.

PSSI, kata Erwin, hanya bisa menjatuhkan sanksi seperti itu karena berkaitan dengan pertandingan. Untuk kesalahan lain, PSSI menyerahkannya kepada pihak terkait.

"Keputusan berdasar sidang Kombis ini diharapkan menjadi bahan evaluasi kita semua, terutama untuk panpel-panpel lain," tegas Erwin Tobing.

Halaman:

Editor: Dena Wiliyamansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Prediksi Piala Dunia 2022: Uruguay vs Korea Selatan

Kamis, 24 November 2022 | 09:29 WIB

Duel Antara Argentina vs Arab Saudi di Piala Dunia 2022

Selasa, 22 November 2022 | 14:00 WIB
X